07 Februari 2020 13:53:19
Ditulis oleh admin

Hujan Deras Seharian, Sungai Avour Meluap !!!

Hujan lebat yang terjadi di wilayah Kabupaten Tuban dan sekitarnya Kamis 07 - 02 - 2020 kemarin, khususnya di Dusun Bandungrowo Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang mengakibatkan debit air yang mengalir di Sungai Avour meningkat. Hal ini mengakibatkan air di Sungai Avour meluber ke area persawahan warga sekitar. Selain meluber, karena aliran air yang sangat deras dari hulu, tanggul sungai juga retak dan jebol  sepanjang kurang lebih 2 meter yang arah kuwu  sehingga area persawahan warga di sekitar Sungai Avour pun tenggelam bahkan banyak petani yang memanen padi lebih awal yang belum waktunya.

Tanggul yang rawan jebol dan rawan meluber ini, terletak di antara 2 dusun, yakni Dusun Bandungrowo dan dusun sebelahnya yakni Dusun Kuwu. Sehingga warga sekitar sungai tersebut pagi tadi bergotongroyong saling bahu-membahu menangani dan menutup tanggul yang jebol tersebut. Warga sekitar sungai ini cemas dan khawatir jika akhirnya sungai Avur ini sampai jebol, karena jika jebol maka daerah sekitar sungai ini akan terkena banjir.

Keadaan ini sangat  mengkhawatirkan warga sekitar, karena di sekitar sungai ini terbentang luas area persawahan dan tambak ikan yang sangat produktif. Guna mengantisispasi jika terjadi banjir, sebagian warga memanen padi yang belum waktunya panen. Alhasil, padi yang masih belum sepenuhnya tua pun dipanen secara dini oleh sebagian petani. Hal ini karena warga sekitar sungai tidak mau jika nantinya benar-benar terjadi banjir maka mereka akan merugi dan belum bisa memanen hasil pertanian tersebut.

Mengingat hal tersebut, pagi tadi secara langsung Kepala Desa Kedungsoko beserta perangkat desa berupaya menanggulangi dan menutup tanggul yang rawan tersebut. Meski dengan alat seadanya, dari pagi hingga menjelang waktu Shalat Jumat warga sekitar saling gotong royong membenahi tanggul sungai, hanya jeda untuk sholat jumat, setelah Shalat warga melanjutkan menanggulangi tanggul sungai hingga sore hari. Dengan segala upaya tersebut, sebagian tanggul sudah teratasi. Namun meskipun tanggul telah ditutup dengan karung yang berisi tanah, rasanya belum cukup upaya tersebut untuk menjadikan sungai Avour menjadi aman. Kepala Desa mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah dan kabupaten dalam menangani kasus  ini .dan  dibutuhkan alat berat untuk menguatkan dan meninggikan tanggul sungai yang rawan jebol  yang setiap tahunya terjadi seperti ini

"Setelah mendapat kabar dari warga sekitar, kami (Perangkat Desa dan warga sekitar) turun langsung untuk menangani tanggul Sungai Avour yang jebol ini. Untuk sementara dengan alat seadanya dulu, ditutup dengan karung berisi tanah. Kedepannya kami akan mengkomunikasikan dengan pemerintahan yang lain, mengharapkan kerjasama pemerintah sekitar, baik dari pemerintahan desa, kecamatan, maupun dari Pemkab untuk menanggulangi kondisi ini dengan baik," ucap Bapak H. Rifai selaku Kepala Desa Kedungsoko.

 

 

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus